Apakah smartphone berdampak buruk bagi bayi dan anak?

Teknologi layar sentuh pada ponsel, smartphone dan tablet sangat disukai si kecil karena secara visual memang menarik, akan tetapi ibu patut waspada terhadap dampaknya

254
Apakah smartphone berdampak buruk bagi bayi dan anak

Dampak buruk smartphone bagi bayi dan anak-anak

Bayi, balita dan anak-anak sangat suka bermain dengan teknologi layar baik itu Smartphone, tablet, TV laptop maupun konsole game, dan dengan mudah mereka untuk menguasainya. Ketika orang tua sangat sibuk, memberikan gadget adalah cara termudah untuk menghibur bayi atau balita. Ibu juga mungkin merasa penting bagi anak-anaknya untuk dapat belajar keterampilan digital.

Tapi banyak para ahli khawatir bahwa terlalu banyak waktu yang dihabiskan dengan gadget mungkin berbahaya dan berdampak buruk untuk bayi dan balita, bahkan pada anak usia yang sangat muda.

Badan profesional untuk dokter anak, Royal College of Pediatri dan Kesehatan Anak, mengatakan bahwa anak-anak yang menggunakan teknologi layar, waktu yang dihabiskan lebih lama daripada sebelumnya. Akses ini meluas ke smartphone, tablet, konsol game, TV, laptop dan komputer dan menyebabkan keprihatinan di antara para dokter di Inggris dan internasional.

Dampak buruk penggunaan smartphone untuk anak-anak
Sebuah badan penelitian berbasis di Inggris menemukan bahwa anak-anak berusia 5-16 menghabiskan waktu rata-rata 6 jam sehari di depan TV, konsol video game, samartphone, komputer atau tablet

Teknologi layar sentuh membuatnya sangat mudah bahkan untuk bayi untuk menggunakannya. Dokter prihatin tentang bagaimana penggunaan smartphone mempengaruhi perkembangan otak anak. Dokter mengatakan bahwa pemakaian smartphone (gadget) yang lama akan memiliki dampak buruk pada perhatian dan konsentrasi, serta mengganggu nafsu makan. Gadget menyebabkan bayi atau balita malas untuk bergerak. Bayi harus didorong untuk menjelajahi dunia fisik (motorik) dan balita harus aktif selama tiga jam sehari untuk tumbuh sehat.

Dalam publikasi terbaru, tercatat bahwa 56 persen anak-anak antara usia 10 sampai 13 memiliki smartphone. Hal yang paling mengejutkan adalah diperkirakan bahwa 25 persen anak-anak antara usia 2 dan 5 memiliki smartphone.

Hal ini tidak mengherankan bahwa smartphone dan tablet kini telah menggantikan mainan dan boneka bayi pada daftar keinginan anak. Anak usia sekolah dasar mulai bertanya, atau katakanlah mengemis meminta smartphone bahkan sebelum mereka bisa mengikat sepatu mereka.

Topik ini telah menciptakan banyak perdebatan di kalangan orang tua, pendidik, dan peneliti. Sayangnya para penelitian memerlukan waktu untuk mengejar ketinggalan dengan teknologi perangkat mobile, sehingga bukti-bukti baik dampak baik maupun buruk penggunaan smartphone atau gadget tersebut hingga saat ini tidak jelas atau tidak konsisten. Itu berarti bahwa penting bagi orang tua untuk mempertimbangkan efek potensial smartphone yang dapat mempengaruhi psikologi dan perkembangan anak.

Banyak penelitian telah dilakukan selama bertahun-tahun untuk memahami bagaimana anak-anak belajar. Ada banyak teori yang beredar, tetapi Jean Piaget mungkin yang paling dihormati di bidang pendidikan. Dia adalah salah satu orang pertama yang mempelajari bagaimana otak anak berkembang. Teori perkembangan kognitifnya pada dasarnya menjelaskan bagaimana belajar adalah proses mental yang mereorganisasi konsep berdasarkan biologi dan pengalaman. Dia menyimpulkan bahwa anak-anak belajar dengan cara yang sama saat otak mereka tumbuh dan berfungsi dalam pola yang sama, bergerak melalui empat tahap universal pembangunan.

Pendidik telah menerapkan berbagai macam  teknik dan metode dalam pelajaran mereka yang menerapkan prinsip-prinsip Jean Piaget. Anak-anak perlu mengeksplor dunia di sekitar mereka untuk mengakomodasi ide-ide baru. Anak-anak “membangun pemahaman tentang dunia di sekitar mereka” dan mencoba untuk memahami ide-ide baru berdasarkan apa yang mereka sudah tahu dan ditemukannya. Untuk anak-anak, interaksi tatap muka adalah cara utama mereka mendapatkan pengetahuan dan belajar.

Dr Jenny Radesky dari Boston Medical Center, menjadi khawatir ketika ia melihat kurangnya interaksi antara orang tua dan anak-anak. Dia mengamati bahwa smartphone dan perangkat genggam mengganggu ikatan dan perhatian orangtua terhadap anak.

Radesky mengatakan, “Mereka (bayi dan balita) belajar bahasa, belajar tentang emosi dan belajar berekspresi dengan pemahaman sendiri. Mereka belajar dengan menonton orang tuanya bagaimana untuk berbicara dan membaca ekspresi wajah orang lain. Dan jika itu tidak terjadi, anak-anak akan kehilangan perkembangan yang sangat penting.”

Apakah radiasi ponsel/smartphone berbahaya bagi otak

Ketika ponsel mulai dipakai luas pada 10-15 tahun lalu, para ahli banyak menyoroti efek ponsel pada tumor otak orang dewasa. Tetapi kini yang banyak disorot adalah pengaruhnya pada anak-anak.

Radiasi dari ponsel telah lama menjadi ketakutan utama bagaimana smartphone dapat mempengaruhi otak. Namun, teori radiasi belum terbukti dan banyak profesional mengklaim ponsel tidak menyebabkan kerusakan pada otak. Namun frekuensi radio yang dipancarkan terus-menerus dari smartphone mungkin dapat membahayakan perkembangan otak .

Lobus temporal dan frontal otak masih berkembang di usia remaja dan mereka yang paling dekat dengan bagian telinga, dimana remaja cenderung untuk memegang perangkat smartphone pada posisi itu. Bahkan, “Penelitian telah menunjukkan bahwa baik temporal dan frontal secara aktif berkembang selama masa remaja dan berperan dalam aspek fungsi kognitif.”

Pengaruh smartphone terhadap perkembangan otak

Selain meneliti bahaya radiasi gelombang radio pada smarphone terhadap otak, peneliti mencari bagaimana smartphone dan internet dapat menghambat atau memperkaya fungsi otak. Dr Gary Small, kepala UCLA pusat penelitian memori dan penuaan, melakukan percobaan yang menunjukkan bagaimana otak manusia berubah dalam menanggapi penggunaan Internet.

Dia menggunakan dua kelompok: mereka yang pintar menggunakan komputer dan orang-orang dengan minim keahlian teknologi. Dengan scan otak, ia menemukan bahwa kedua kelompok memiliki fungsi otak yang sama saat membaca teks dari buku. Namun, kelompok teknologi menunjukkan “aktivitas otak yang luas di bagian kiri depan otak yang dikenal sebagai korteks prefrontal dorsolateral, sedangkan kelompok minim keahlian teknologi  menunjukkan sedikit aktivitas, malah terkadang tidak ada aktivitas”

Sebagian anak merasa mereka perlu berlatih teknologi untuk mengikuti perkembangan modern. Namun, percobaan Dr Gary Small menunjukkan bahwa setelah beberapa hari dari kelompok minim keahlian teknologi di beri pelatihan, para murid segera menunjukkan fungsi otak yang sama seperti kelompok komputer.

Teknologi layar telah mengontrol otak mereka. Tampaknya peningkatan waktu menggunakan gadget mengabaikan sirkuit di otak yang mengontrol metode yang lebih tradisional untuk belajar. Yaitu metode belajar membaca, menulis, dan konsentrasi.

Smartphone dan internet juga mempengaruhi keterampilan komunikasi dan perkembangan emosional manusia. Jika seorang anak ketergantungan pada elektronik untuk berkomunikasi, mereka berisiko kehilangan kemampuan berkomunikasi secara langsung. Dr Gary Small mengatakan anak-anak akan mengucilkan diri dari lingkungan sosial.

Namun, tidak ada bukti nyata bahwa teknologi mobile (smartphone dan tablet) memberi dampak yang buruk. Smartphone dan teknologi layar banyak menawarkan manfaat bagi anak-anak kita.

peran orang tua sangat penting dalam mengawasi penggunaan teknologi

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari teknologi layar baik smartphone, tablet, TV maupun konsol game (PS), untuk anak-anak kita:

  • Seorang anak lebih mampu: menangani pencarian dengan cepat, membuat keputusan yang cepat, mengembangkan ketajaman visual, dan multitasking.
  • Permainan membantu mengembangkan visi perifer.
  • Visual motorik seperti pengamatan atau visual menemukan sesuatu meningkat.
  • Pengguna internet cenderung menggunakan pengambilan keputusan dan pemecahan masalah lebih sering.

Banyak ahli dan pendidik merasa bahwa media interaktif memiliki tempat dalam kehidupan seorang anak. Smartphone dan tablet dapat berdampak baik untuk menumbuhkan konsep pembelajaran, komunikasi, dan persahabatan.

Berikut adalah beberapa saran dalam penggunaan smartphone pada anak :

  • Anak-anak di bawah dua tahun tidak boleh menggunakan smartphone atau perangkat elektronik layar.
  • Bermain bersama anak-anak Anda (console game/komputer) dan berinteraksi dengan bertatap muka dengan mereka.
  • Pastikan smartphone tidak mengganggu kesempatan untuk bermain dan bersosialisasi.
  • Gunakan gadget satu atau dua jam sehari. Ini termasuk smartphone, console game(PS), TV, komputer, dll
  • Tidak apa-apa menggunakan smartphone sebagai hadiah sesekali.
  • Biasakan untuk makan bersama keluarga dan berkomunikasi.
  • Carilah aplikasi berkualitas yang mempromosikan kosakata bangunan, matematika, pelajaran huruf, dan konsep ilmu.
  • Dilarang membawa smartphone ke kamar tidur.

Kesimpulan

Para ahli kesehatan tidak setuju adanya dampak buruk smartphone dan perangkat sejenis pada perkembangan otak. Studi ilmiah saling bertentangan satu sama yang lain mengenai manfaat atau dampak buruk teknologi layar terutama TV, komputer, smartphone dan tablet, semuanya belum terungkap dengan pasti.

Orang tua harus menyadari kemungkinan efek samping smartphone. Semua bukti yang tidak meyakinkan ini dapat menyebabkan orang tua kebingungan / mempertanyakan kapan mereka memperbolehkan anak-anak mereka mengakses smartphone atau teknologi layar. Namun, satu hal yang tampaknya disetujui oleh semua para ahli adalah bahwa tidak berlebih-lebihan adalah kuncinya.

Catatan :
Semua konten di situs Web ini, termasuk pendapat medis dan informasi terkait kesehatan lainnya, hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai diagnosis atau rencana pengobatan spesifik untuk situasi individual manapun. Penggunaan situs ini dan informasi yang terkandung di sini tidak membuat hubungan dokter dan pasien. Selalu mencari saran langsung dari dokter Anda sehubungan dengan pertanyaan atau masalah yang mungkin Anda miliki mengenai kesehatan Anda sendiri atau kesehatan orang lain. Info Ibu dan Anak

Referensi :

Apakah smartphone baik atau buruk untuk bayi dan anak? babycentre.co.uk
Dapatkah Smartphone Merugikan Perkembangan Kognitif Remaja? Forbes.com
Bagaimana Smartphone Mempengaruhi Psikologi Anak-anak? psychcentral.com
Telepon Seluler dan Risiko Kanker cancer.gov
Microwaves, Radio Waves, and Other Types of Radiofrequency Radiation cancer.org