Bayi Menangis Setiap Malam, Wajarkah?

260
Bayi Menangis Setiap Malam, Wajarkah?

Bayi Mommies menangis dan terbangun setiap malam? Wajar nggak sih atau sebenarnya nggak wajar. Cari tahu deh apa penyebabnya.

Persoalan tangis bayi pasti akan dialami oleh semua orangtua, terutama ibu yang lebih sering bersentuhan langsung, untuk menyusui misalnya. Hal ini sama sekali tidak dihindari, karena menangis pada tahapan bayi merupakan cara mereka berkomunikasi dengan orang-orang di sekitarnya.

Bayi Menangis Setiap Malam, Wajarkah?

Saya jadi ingat, suatu hari seorang sahabat yang baru menyandang predikat ibu, bertanya lewat pesan singkat kepada saya, begini bunyinya: β€œTha kenapa sih bayi itu menangis terus?”, secara psikis saya tahu betul bagaimana perasaan dia, sudahlah lelah mengurus bayi dari A-Z, jam tidur yang berantakan, tapi di sisi lain tetap harus fit supaya asupan ASI terjaga untuk buah hati tersayang. Lalu masih ditambah dengan bayi yang hampir setiap saat menangis? Apalagi kalau itu terjadi setiap malam, duuuuh rasanya kok mau nangis bareng aja, ya, sama bayinya? Ahahahha.

Ini juga terjadi kok sama saya, pulang dari RS dengan sensasi caesar yang masih nyut-nyutan tentunya jadi tantangan tersendiri untuk saya. Ditambah harus berdamai dengan tangisan Jordy, jujur secara psikis pada saat itu saya sempat mengalami baby blues syndrome. Hampir tiga bulan, Jordy masih belum menemukan ritme tidur yang tetap, alhasil saya sering terbangun dini hari, yang tentunya diawali oleh suara tangisannya.

Selama hampir 3 bulan itu, saya juga mencari tahu apa sih penyebab bayi menangis? khususnya pada malam hari, sekaligus jadi deg-degan, hal ini wajar nggak ya? Yang pertama saya harus ingat menangis ternyata adalah usaha bayi menyampaikan pesan kepada orang di sekitarnya, bahwa ada sesuatu yang tidak nyaman pada dirinya atau membutuhkan sesuatu. Itupun juga dibagi ke dua bagian, secara fisik: bayi haus dan butuh ASI, mengantuk atau bisa jadi ia digigit serangga, baju kesempitan atau bisa jadi malah bajunya terlalu longgar. Lalu dari segi psikis, yang pernah saya alami, Jordy ingin digendong selama ia tidur, iya! saya terus menggendongnya sampai pagi. *lumayanlah tangan jadi berotot πŸ˜€

Kalau hal ini berlangsung terlalu lama, saya khawatir akan berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya di kemudian hari. Dari yang saya pernah baca dan dengar dari para ahli, tidur merupakan tahapan penting dalam perkembangan anak, β€œDi mana hormon melatonin dimulai sejak jam 9 malam. Hormon ini berpengaruh pada siklus tidur anak dan siklus reproduksi kelak. Hormon pertumbuhan lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak adalah growth hormone, berada di puncak saat tengah malam, saat fase tidur dalam anak dimulai,” jelas dr. Meta Hanindita SpA dari RSUD Dr Soetomo Surabaya

Dari sekian penyebab fisik yang sempat saya sebutkan di atas, ternyata saya melewatkan bagian popok yang ia kenakan, mengganti popok secara berkala ternyata belum cukup menjamin. Secara kualitas popok itu sendiri harus mendapatkan perhatian detail, super detail! Selidik punya selidik, popok yang Jordy pakai tidak bisa menyerap cairan pipisnya dengan maksimal, ya, alhasil ia akan merasakan basah pada bagian bokong dan sekitarnya.

Keyakinan saya ini diperkuat dengan hasil survei yang diadakan oleh Motherandbaby.co.id, kepada lebih dari 1.000 ibu di Indonesia dengan usia bayi 3-36 bulan. Hasil survei tersebut di antaranya berbunyi 70% ibu menyatakan bahwa popok basah adalah alasan utama bayi sering terbangun malam hari.

Sumber : www.mommiesdaily.com