Penyebab Bayi Lahir Prematur dan Bagaimana Merawatnya

Prematur adalah kelahiran yang terjadi pada saat umur kehamilan berada di antara 20 minggu hingga 37 minggu. Tahukah ibu penyebab bayi lahir prematur dan bagaimana merawatnya

234
Penyebab Bayi Lahir Prematur dan Bagaimana Merawatnya

Setiap pasangan suami dan istri pasti ingin memiliki anak yang menjadi perlengkap pernikahannya. Setiap orang pasti berharap memiliki anak yang sehat, cerdas dan lahir dalam keadaan normal. Namun bagaimana jika kehamilan anak pertama prematur? Menurut data statistic WHO tahun 2013, kurang lebih 1,5 juta bayi lahir dalam keadaan prematur setiap tahunnya di dunia dan Indonesia berada dalam urutan ke-5 dari 10 negara dengan jumlah bayi prematur terbanyak di dunia. Untuk menghindari melahirkan dalam keadaan prematur sebaiknya ibu mengetahui penyebabnya sebagai berikut.

Penyebab Bayi Lahir Prematur

Persalinan prematur jika melahirkan belum memasuki minggu ke 37 atau tiga minggu lebih sebelum hari perkiraan lahir. Hal ini sering terjadi pada ibu yang mengandung anak kembar, jarak kehamilan anak pertama dan kedua kurang dari 6 bulan, pernah mengalami keguguran, atau pernah melakukan aborsi. Gaya hidup seorang ibu akan memberikan dampak pada bayi dalam kandungannya, seperti minuman berakohol, merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang. Dan pengaruh lainnya bisa berupa faktor psikologis (stress). Namun, penyebab pasti kelahiran prematur belum diketahui sampai saat ini.

Bayi Prematur Sangat Rentan Komplikasi

Seperti yang ibu ketahui, bayi prematur dilahirkan sangat dini sehingga pembentukan bayi belum sepenuhnya sempurna. Organ vital bayi biasanya telah terbentuk sempuna, namun belum berfungsi dengan baik, seperti paru-paru sehingga umumnya bayi akan dibantu dengan alat setelah dilahirkan. Selain pernapasan, komplikasi lainnya yang sering terjadi adalah komplikasi pada jantung, metabolisme, daya tahan tubu, dan alat pencernaan bayi. Dalam jangka panjang, masalah lain yang sering muncul adalah kemampuan kognitif juga akan dialami oleh anak seperti perkembangan perilaku dan psikologis, pendengaran, serta penglihatan bayi.

Artikel Terkait
Merawat Bayi di Inkubator

Mengapa “Skin to Skin Contact” Penting?

Kontak dengan Ibu itu Penting

Bayi prematur sangat membutuhkan kontak kulit (skin to skin) dengan ibu atau ayahya daripada dimasukkan ke dalam inkubator, dengan kontak kulit dengan ibunya akan meningkatkan ikatan bayi dan ibunya sehingga kemampuan bertahan hidup lebih tinggi. Banyak penelitian telah membuktikan bahwa metabolisme bayi prematur jauh lebih stabil, napas bayi lebih stabil, rileks dan tenang ketika berdekatan dengan sang ibu, tekanan darahnya lebih normal, kadar gula darah serta suhu kulit mereka pun lebih baik. Hal ini tejadi jika ibu merawat dengan Perawatan Metode Kangguru (Kangaroo Mother Care), yaitu melakukan kontak kulit antara ibu dan bayi sepanjang hari. Bahkan dengan metode Kangguru ini ibu dapat memproduksi ASI lebih banyak, sehingga bayi dapat menyusu lebih baik.

Informasi yang disediakan oleh Info Ibu dan Anak tidak dimaksudkan untuk menggantikan saran medis dari dokter atau penyedia layanan kesehatan. Silakan berkonsultasi dengan dokter Ibu untuk mendapatkan saran mengenai kondisi medis yang spesifik.