Penyebab, Gejala dan Pengobatan Kehamilan diluar Kandungan atau Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang terjadi di luar kandungan/rahim, Kehamilan ini harus segera dihentikan agar tidak membahayakan nyawa sang ibu.

295

Seperti ibu ketahui agar kehamilan bisa terjadi, ovarium harus melepaskan sel telur ke dalam tuba falopi, di mana ia tinggal selama sekitar 24 jam. Di sana harus bersentuhan dengan sperma untuk dibuahi. Telur yang dibuahi tetap berada di tuba falopi selama 3 atau 4 hari sebelum menuju ke rahim. Dan akhirnya menempel pada rahim dan berkembang disana.

Tapi jika terjadi saat telur yang telah dibuahi menempel di tempat lain selain di dalam rahim atau lebih seringnya di salah satu saluran tuba falopi. Hampir semua kehamilan diluar kandungan atau ektopik terjadi di tuba falopi dan oleh karena itu kadang disebut kehamilan tuba. Saluran tuba tidak dirancang untuk menahan embrio yang sedang tumbuh; Dengan demikian, sel telur yang dibuahi dalam tuba tidak dapat berkembang dengan baik dan harus diobati. Kehamilan ektopik terjadi antara 1 dari 50 kehamilan.

Pada kehamilan normal, janin berada pada rongga rahim ibu. Namun pada kasus tertentu, janin berada di luar rongga rahim yang dikenal dengan kehamilan di luar kandungan atau disebut sebagai kehamilan ektopik.

Apa Yang Menyebabkan Kehamilan diluar Kandungan?

Kehamilan diluar kandungan disebabkan oleh satu atau beberapa hal berikut:

  • Infeksi atau pembengkakan tuba falopi dapat menyebabkannya terblokir sebagian atau seluruhnya.
  • Jaringan parut dari infeksi sebelumnya atau prosedur operasi pada tuba falopi juga dapat menghambat gerakan telur.
  • Operasi sebelumnya di daerah panggul atau pada tuba falopi bisa menyebabkan adhesi.
    Pertumbuhan abnormal atau cacat yang dapat menyebabkan kelainan bentuk tuba.

Siapa Yang Berisiko Besar Mengalami Kehamilan diluar Kandungan?

Ibu hamil yang sering mengalami kehamilan diluar kandungan adalah sebagai berikut:

  • Ibu hamil berusia diantara 35-44 tahun
  • Pernah mengalami kehamilan diluar kandungan sebelumnya
  • Pernah melakukan operasi panggul atau perut sebelumnya
  • Konsepsi yang tetap terjadi meskipun sudah ligasi tuba atau alat kontrasepsi (IUD)
  • Riwayat penyakit menular seksual (PMS)
  • Menggugurkan kandungan
  • Merokok atau paparan asap rokok juga meningkatkan resiko kehamilan diluar kandungan
  • Endometriosis : suatu penyakit pada sistem reproduksi wanita di mana jaringan dari lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rongga rahim
  • Perawatan kesuburan yang sedang berlangsung atau menggunakan obat kesuburan

Apa Saja Gejala Kehamilan diluar Kandungan?

Meskipun ibu mungkin mengalami gejala-gejala yang khas kehamilan, gejala berikut mungkin dapat digunakan untuk membantu mengenali kehamilan diluar kandungan, gejala-gejala kehamilan diluar kandungan atau etopik sebagai berikut :

  • Nyeri tajam atau menusuk yang mungkin datang dan pergi dan bervariasi dalam intensitas. (Rasa sakit mungkin ada di panggul, perut, atau bahkan bahu dan leher karena darah dari kehamilan ektopik yang pecah yang berkumpul di bawah diafragma)
  • Perdarahan vagina, lebih berat atau ringan dibanding periode normal ibu
  • Gejala gastrointestinal (Penyakit mengacu pada penyakit yang melibatkan saluran pencernaan, yaitu kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan rektum, dan organ aksesori pencernaan, hati, kantong empedu, dan pankreas)
  • Lemah, pusing, atau pingsan

Penting untuk menghubungi dokter ibu segera, jika ibu mengalami nyeri tajam yang berlangsung lebih dari beberapa menit atau jika ibu mengalami pendarahan.

Bagaimana Kehamilan diluar Kandungan Didiagnosis?

Kehamilan diluar kandungan didiagnosis oleh dokter ibu, yang pertama kali dilakukan adalah pemeriksaan panggul untuk menemukan rasa sakit, nyeri tekan, atau massa di perut. Dokter ibu juga akan menggunakan ultrasound/USG untuk menentukan dimana janin berkembang, di dalam rahim atau diluar rahim. Pengukuran kadar hCG juga penting. Tingkat hCG yang lebih rendah dari yang diharapkan adalah salah satu alasan untuk menduga kehamilan ektopik.

Dokter ibu mungkin juga menguji kadar progesteron ibu karena jika tingkatnya rendah bisa jadi tanda kehamilan diluar kandungan. Selain itu, dokter ibu mungkin melakukan culdocentesis, yaitu prosedur yang melibatkan memasukkan jarum ke ruang di bagian paling atas vagina, di belakang rahim dan di depan rektum. Kehadiran darah di daerah ini mungkin mengindikasikan pendarahan dari tuba falopi yang pecah.

Bahaya Kehamilan diluar kandungan

Bagaimana Pengobatan Kehamilan diluar Kandungan?

Kehamilan diluar kandungan atau ektopik dapat diobati dengan cara berikut:

  • Methotrexate dapat diberikan, yang memungkinkan tubuh menyerap jaringan kehamilan dan dapat menyelamatkan tuba falopi, tergantung pada seberapa jauh kehamilan telah berkembang.
  • Jika tabung telah meregang atau telah pecah dan mulai berdarah, sebagian atau semua  mungkin harus segera dilepas. Dalam kasus ini, perdarahan perlu dihentikan segera, dan operasi darurat diperlukan.
  • Operasi laparoskopi dengan anestesi umum dapat dilakukan. Prosedur ini melibatkan ahli bedah menggunakan laparoskop untuk menghilangkan kehamilan ektopik dan memperbaiki atau melepaskan saluran tuba yang terkena. Jika kehamilan diluar kandungan tidak dapat diangkat dengan laparoskopi, prosedur pembedahan lain yang disebut laparotomi dapat dilakukan.

Bagaimana Dengan Masa Depan ibu ?

Tingkat hCG ibu perlu diperiksa ulang secara teratur sampai mencapai nol jika ibu tidak ingin membiarkan seluruh tuba falopi ibu dilepas. Tingkat hCG yang tetap tinggi bisa mengindikasikan bahwa jaringan ektopik tidak sepenuhnya hilang, dan memerlukan penanganan operasi atau manajemen medis dengan metotreksat.

Kemungkinan kehamilan yang sukses setelah kehamilan diluar kandungan bisa berkurang, tapi ini akan tergantung pada mengapa kehamilan diluar kandungan dan riwayat kesehatan ibu. Jika tuba falopi telah dibersihkan, ibu memiliki kira-kira 60% kemungkinan kehamilan yang sukses di masa yang akan datang.

Catatan

Informasi yang disediakan oleh Info Ibu dan Anak tidak dimaksudkan untuk menggantikan saran medis dari dokter atau penyedia layanan kesehatan. Silakan berkonsultasi dengan dokter Ibu untuk mendapatkan saran mengenai kondisi medis yang spesifik.

Referensi