Posisi seks seperti apa yang terbaik agar cepat hamil?

Sebagian wanita dapat hamil dengan mudah, namun sebagian berupaya keras untuk hamil. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mencoba berbagai posisi seks agar cepat hamil. Tapi benarkah posisi tertentu mempengaruhi tingkat kehamilan

157

Kebenaran tentang posisi tertentu dengan kehamilan

Mitos posisi yang baik agar cepat hamil masih banyak dipercayai oleh sebagian masyarakat, di media online maupun media sosial pun demikian, banyak yang membagikan artikel atau pandangan tentang posisi sek agar cepat hamil, padahal tidaklah demikian.
Walaupun tidak ada studi ilmiah, masih banyak yang percaya posisi mempengaruhi peluang kehamilan. Beberapa posisi agar cepat hamil yang sering di sarankan adalah sebagai berikut :

1. Posisi Misionari
Posisi ini sering disebut sebagai Man on Top, dimana pria berada diatas dan wanita terbaring terlentang. Dengan posisi ini, sperma yang dikeluarkan di liang vagina tidak mudah keluar kembali.

2. Posisi Gunting, penetrasi dari samping
Posisi ini dilakukan dengan cara pria berada di belakang wanita, atau saling berhadapan. Ketika melakukan penetrasi dari samping, penis dapat masuk lebih dalam ke vagina, sehingga ketika ejakulasi, sperma yang dikeluarkan lebih dekat ke sel telur.

3. Posisi doggy style, penetrasi dari belakang
Posisi ini dapat dilakukan dengan cara wanita merangkat atau perut menempel di ranjang, dan posisi pinggul diangkat setinggi-tingginya. Penetrasi dari belakang memungkinkan penis masuk lebih atau sangat dalam, sehingga sperma yang terpancar lebih dekat ke sel telur.

Beberapa posisi yang sering di sarankan, adalah posisi dimana ketika ejakulasi diharapkan sprema dapat masuk jauh kedalam sehingga dekat dengan sel telur. Padahal, dokter menganjurkan agar pasangan berhubungan dengan posisi apapun yang terasa “enak” untuk mereka berdua. “Tidak ada satupun posisi yang lebih baik daripada posisi yang lain agar cepat hamil,” kata Aseel Hamoudi, yang mengajar kebidanan dan ginekologi di Universitas McMaster di Hamilton. Sperma, pada dasarnya, berenang ke hulu dan bisa bertahan di saluran reproduksi wanita selama beberapa hari, jadi tidak perlu khawatir apakah Ibu berada dalam posisi yang memungkinkan penetrasi dalam atau tidak. Apapun posisinya, Hamoudi menyarankan agar jika pasangan ibu menggunakan pelumasan, periksa ulang apakah tidak mengandung spermisida. Sebab banyak pelumas komersial bisa mempengaruhi motilitas sperma

Apa yang harus dilakukan agar cepat hamil

Jangan buru-baru bangun setelah berhubungan

Posisi apapun tidak ada pengaruhnya seberapa besar kemungkinan ibu untuk hamil, yang perlu di perhatikan adalah setelah selesai ejakulasi, pastikan ibu untuk beristirahat dalam posisi terbaring agar sperma lebih mudah berenang ke hulu. Jika ibu ingin memberi sedikit dorongan, letakkan bantal di bawah pinggul ibu. Tapi mengangkat kaki tinggi-tinggi saat posisi berbaring tidak ada bedanya (karena posisi sudut panggul ibu tidak berubah). Berbaring saja dan nikmati dan hindari bangun dan pergi ke kamar kecil selama 10 sampai 15 menit. Dan saat ibu sedang menunggu, jangan stres apakah ibu mengalami orgasme atau tidak. Tidak ada bukti ilmiah bahwa hal itu akan meningkatkan kemungkinan pembuahan (hamil).

Memilih waktu yang tepat

Ketika merencanakan kehamilan yang perlu di perhatikan adalah kapan waktu yang tepat untuk berhubungan intim. Donnica Moore, MD, seorang ahli kesehatan wanita yang berbasis di Far Hills, N.J. Mengatakan : “Salah satu kesalahpahaman yang umum adalah bahwa semakin sering melakukan hubungan intim sepanjang waktu, semakin besar kemungkinan hamil (pembuahan),” . Tapi itu tidaklah benar. “Ketika merencanakan untuk hamil, lebih baik melakukan hubungan intim setiap hari saat masa subur (ovulasi), untuk memberi suami kesempatan mengisi ulang jumlah spermanya,” katanya.

Saat ibu mencoba untuk secepatnya hamil, yang terpenting adalah timing. Karena sel telur bisa bertahan hanya 12 sampai 24 jam setelah ovulasi, kebanyakan dokter menganjurkan agar pasangan melakukan hubungan intim setiap hari selama masa subur wanita, tiga hari sebelum perkiraan ovulasi dan dua hari sesudahnya. Bahkan jika menstruasi ibu cukup teratur, sulit untuk menentukan dengan pasti kapan ibu akan berovulasi, jadi ini adalah cara yang terbaik untuk menutupinya. Jika sperma sudah berada di saluran reproduksi, bisa jadi sel telurnya segera masuk setelah dilepaskan dan kehamilan yang ibu dambakan akan terwujud.

Doa-dan-berusaha-agar-mempunyai-anak

Berdoa kepada Yang Maha Kuasa

Manusia diciptakan bersifat lemah, membutuhkan perlindungan dan pertolongan. Kemampuan manusia sangat dibatasi oleh penglihatan, pendengaran, akal dan fisiknya. Banyak peristiwa terjadi diluar kemampuan kita untuk mengatasinya. Dalam kondisi ini kita akan mencari kekuatan yang mampu untuk mengatasi berbagai masalah tersebut.
Ada kekuatan dahsyat yang dapat membuat seorang yang tidak subur dan berumur lanjut, dapat hamil. Kekuatan dahsyat yang mampu menyebabkan terjadinya berbagai hal luar biasa dan jangkauan akal dan fikiran kita itu adalah kekuatan do’a yang dipanjatkan oleh seorang hamba kepada Tuhan-Nya. Seseorang yang serius menggunakan kekuatan doa tersebut, merekalah orang yang beruntung. Karena kekuatan doa sangatlah dahsyat sekali, karena yang dituju dan diandalkan doa itu adalah Dzat Yang Maha Kuasa.

Usaha jika tidak hati-hati, maka kita akan memiliki pola pikir mengandalkan diri kita sendiri. Keberhasilan akan membuatnya angkuh dan sombong, dan kegagalan akan membuatnya frustasi. Oleh sebab itu kita perlu selalu menyertai ikhtiar dengan doa, sejak sebelum, sedang dan setelah ikhtiar. Mengapa? Supaya yang kita andalkan hanyalah Allah Swt. Karena tidak ada sesuatu apapun yang keluar dari kekuasaan Allah Swt.

Kekuatan doa sebanding dengan kekuatan keyakianan ibu. Karena itu, sebelum berdoa kepada Allah, kuatkan keyakinan ibu tentang kekuasaan Allah terhadap isi doa yang ibu minta. Ketika ibu hendak memohon anak kepada Allah, tanamkan keyakinan secara mendalam bahwa Allah yang mangatur semua keturunan manusia.

 

Informasi yang disediakan oleh Info Ibu dan Anak tidak dimaksudkan untuk menggantikan saran medis dari dokter atau penyedia layanan kesehatan. Silakan berkonsultasi dengan dokter Ibu untuk mendapatkan saran mengenai kondisi medis yang spesifik.

Referensi
Donnica Moore, MD, women’s health expert based in Far Hills, N.J.
Posisi seks seperti apa yang terbaik untuk cepat hamil? todaysparent.com
Kebenaran Tentang Posisi Seks dan Perencanaan Kehamilan