Struktur Asuh Anak yang Salah

No comment 19 views

Setiap insan memiliki potensi yang sama untuk menguasai bahasa. Proses dan sifat penguasaan bahasa setiap orang berlangsung dinamis dan melaluitahapan berjenjang.dalam hal ini, Pola asuh orang tua amat berperan dalam menentukan penerimaan atau penolakan teman terhadap anak, karena seorang anak belajar berinteraksi sosial dari lingkungan keluarga.

Jadi apa yang orang tua lakukan saat berinteraksi dengan anak, maka seperti itulah yang yang akan dibawa anak ke dalam lingkungan bermainnya.

Otoriter

Orang tua yang otoriter cenderung mengabaikan hak anak untuk berbicara. Apa yang orang tua katakan harus dituruti. Dalam situasi seperti ini, anak akan merasa tidak puas dan marah, sehingga ketika anak mulai berinteraksi dengan dunia luar, ia akan membuat ulah dengan menunjukkan perilaku agresifnya untuk melampiaskan ketidakpuasannya atau rasa marahnya tersebut.

Permisif

Orang tua yang permisif selalu menuruti permintaan anak-anaknya atau serba membolehkannya mendapatkan sesuatu. Sehingga anak tak pernah belajar untuk berjuang dalam mendapatkan sesuatu. Akibat yang ditimbulkan adalah, saat anak masuk ke lingkungan sosial, ia menuntut hal yang sama kepada temannya, mau menang sendiri, tidak mau mengalah, dan merasa yang paling benar. Anak dengan perilaku seperti ini akan cepat dijauhi teman-temannya.

Terlalu melindungi anak

Orang tua yang selalu melindungi anak, baik secara fisik maupun emosional akan berpengaruh buruk dengan perilaku anak kedepannya. Misal secara fisik anda selalu melarang anak anda untuk main diluar karena alasan bahaya, atau secara emosional yang selalu membela anak saat bertengkar, anak anda akan tumbuh menjadi anak yang penakut, pemalu, dan tidak percaya diri.

Struktur Asuh Anak yang Salah

Struktur Asuh Anak yang Salah

Baca Juga : Parenting

Terlalu sibuk

Orang tua yang mempunyai jam terbang tinggi diluar rumah, akan memiliki anak dengan perilaku “bossy”, karena anak tidak pernah diberitahu dalam bersikap, jadi sang anak merasa jadi yang paling benar diantara teman-temannya.

Menggunakan kekerasan

Orang tua yang kerap menggunakan cara kekerasan dalam menyelesaikan permasalahan jika anak tak patuh, akan menjadi cerminan pada perilaku anak saat ia berada di lingkungan sosialnya. Jika ada teman yang tidak patuh terhadapnya, maka si anak akan melayangkan pukulan kepada temannya itu.

Tambahan

Tulisan ini berupaya menyajikan sebuah pola asuh orangtua terhadap anak. Penulis percaya bahwa pola asuh yang kreatif, inovatif, seimbang, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak akan menciptakan interaksi dan situasi komunikasi yang memberi kontribusi positif terhadap keterampilan berbahasa anak. Dengan kata lain, kealamian pemerolehan bahasa tidak dibiarkan mengalir begitu saja, tetapi direkayasa sedemikian rupa agar anak mendapat stimulus positif sebanyak dan sevariatif mungkin. Dengan demikian, diharapkan anak tidak akan mengalami kesulitan ketika memasuki tahap pembelajaran bahasa untuk kemudian menjadi sosok yang terampil berbahasa.

Struktur Asuh Anak yang Salah

5.019

Leave a reply "Struktur Asuh Anak yang Salah"

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.